Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ١٢٧٧: وَفِي خَبَرِ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ السُّوَائِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلرَّجُلَيْنِ بَعْدَ فَرَاغِهِ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ: «إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا، ثُمَّ جِئْتُمَا وَالْإِمَامُ يُصَلِّي فَصَلِّيَا مَعَهُ، تَكُونُ لَكُمَا نَافِلَةً» سَأُخَرِّجُهُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِتَمَامِهِ " ناه يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، وَزِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَا: حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، أَخْبَرَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ السُّوَائِيِّ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْخَبَرِ قَدْ أَمَرَ مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي رَحْلِهِ أَنْ يُصَلِّيَ مَعَ الْإِمَامِ، وَأَعْلَمَ أَنَّ صَلَاتَهُ تَكُونُ مَعَ الْإِمَامِ نَافِلَةً فَلَوْ كَانَ النَّهْيُ عَنِ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ نَهْيًا عَامًا لَا نَهْيًا خَاصًّا، لَمْ يُجِزْ لِمَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي الرَّحْلِ أَنْ يُصَلِّيَ مَعَ الْإِمَامِ فَيَجْعَلَهَا تَطَوُّعًا، وَأَخْبَارُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ وَقْتِهَا، فَصَلَّوَا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا، وَاجْعَلُوا صَلَاتَكُمْ مَعَهُمْ سُبْحَةً» ، فِيهَا دِلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْإِمَامَ إِذَا أَخَّرَ الْعَصْرَ أَوِ الْفَجْرَ أَوْ هُمَا، إِنَّ عَلَى الْمَرْءِ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَاتَيْنِ جَمِيعًا لِوَقْتِهِمَا، ثُمَّ يُصَلِّي مَعَ الْإِمَامِ وَيَجْعَلُ صَلَاتَهُ مَعَهُ سُبْحَةً، وَهَذَا تَطَوُّعٌ بَعْدَ الْفَجْرِ، وَبَعْدَ الْعَصْرِ، وَقَدْ أَمْلَيْتُ قَبْلُ خَبَرَ قَيْسِ بْنِ قَهْدٍ، وَهُوَ مِنْ هَذَا الْجِنْسِ، وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ زَجَرَ بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ، وَبَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنْ يَمْنَعُوا أَحَدًا يُصَلِّي عِنْدَ الْبَيْتِ أَيَّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1277: Di dalam hadits riwayat Jabir bin Yazid bin Al Aswad As-Suwa'i dari ayahnya bahwa Nabi berkata kepada dua orang laki-laki setelah beliau selesai shalat fajar, "Jika kamu telah mengerjakannya di dalam perjalananmu kemudian kamu tiba sebentara imam sedang melaksanakan shalatnya. maka shalatlah bersamanya! Dengan demikian kamu mendapatkan pahala shalat sunah." Aku akan meriwayatkan hadits ini secara lengkap Insya Allah. Ya'qub bin Ibrahim Ad٠Dauraqi dan Ziyad bin Ayub menceritakannya kepada kami, keduanya berkata: Hasyim menceritakan kepada kami, Ya’la bin Atha' mengabarkan kepada kami dari Jabir bin Yazid As.-Suwa'i dari ayahnya. Abu Bakar berkata. "Di dalam hadits ini Nabi telah memerintahkan seseorang yang telah mengerjakan shalat di perjalanannya agar ikut shalat bersama imam dan menjelaskan hahwa shalatnya bersama imam tersebut sebagai amalan sunah. Apabila larangan untuk shalat setelah shalat Subuh sampui terbit matahari adalah larangan yang umum bukan larangan yang khusus maka beliau tentunya tidak membolehkan orang yang telah mengerjakan shalat Subuh di perjalanannya untuk shalut bersama iman dan menjadikannya sebagai shalat sunah. Sedangkan hadits Nabi yang berbunyi 'Akan ada di antara kamu para peminpin yang mengakhirkan shalat dari waktunya, maka shalatlah kamu pada waktunya dan Jadikanlah shalatmu bersama mereka sebagai shalat sunah' adalah dalil yang menyatakan bahwa apabila seorang imam mengakhirkan waktu shalat Ashar atau shalat Subuh atau kedua-duanya maka dia harus melaksanakan kedua shalat terebut tepat pada waktunya, lalu ia shalat tersama imam dan menjadikan shalatnya bersama imam tersebut sebagai amalan sunah. Ini temasuk dari shalat sunah setelah shalat Subuh dan setelah shalat Ashar. Aku telah menyebutkan hadits riwayat Qais bin Qahd sebelumnya yang menjadi bagian dari bentuk pemasalahan ini dan Nabi telah melarang bani Abdul Manaf dan bani Abdul Muththalib untuk menghalangi orang yang shalat di sisi Ka’bah kapan saja di waktu malam dan siang hari."

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1277