Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٣٧٥: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّدَفِيُّ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَنَّ مَالِكًا حَدَّثَهُ، ح وَثنا الرَّبِيعُ قَالَ: قَالَ الشَّافِعِيُّ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، ح وَثنا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، نا رَوْحٌ، ثنا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدٍ وَهُوَ ابْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ مَعَهُ، فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا، وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ، ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلًا، وَهُوَ دُونَ ذَلِكَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، وَهُوَ دُونَ ذَاكَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا، وَهُوَ دُونَ ذَلِكَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا، وَهُوَ دُونَ ذَلِكَ الرُّكُوعِ، ثُمَّ سَجَدَ، ثُمَّ انْصَرَفَ، وَقَدْ تَجَلَّتِ الشَّمْسُ، فَقَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، رَأَيْنَاكَ تَنَاوَلْتَ فِي مَقَامِكَ هَذَا - قَالَ الرَّبِيعُ شَيْئًا - ثُمَّ رَأَيْنَاكَ كَأَنَّكَ تَكَعْكَعْتَ وَقَالَ الْآخَرَانِ: تَكَعْكَعْتَ. فَقَالَ: «إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ» ، وَقَالُوا: «فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا» - قَالَ الرَّبِيعُ: «وَرَأَيْتُ أَوَ أُرِيتُ النَّارَ» ، وَقَالَ الْآخَرَانِ: «وَرَأَيْتُ النَّارَ» ، وَقَالُوا: «فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا، وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ» قَالَ الرَّبِيعُ: قَالُوا: لِمَ؟ - وَقَالَ الْآخَرَانِ: مِمَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «بِكُفْرِهِنَّ» ، قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: " يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ " قَالَ أَبُو مُوسَى: قَالَ رَوْحٌ: «وَالْعَشِيرُ الزَّوْجُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1375: Yunus bin Abdul A’la Ash-Shadafi menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab mengabarkan kepada kami bahwa Malik menceritakan kepadanya (Ha') Ar-Rabi’ menceritakan kepada'kami, ia berkata: Asy-Syafi’i berkata: Malik mengabarkan kepada kami (Ha') dan Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Rauh menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami dari Zaid -yaitu Ibnu Aslam-, dari Atha' bin Yasar, dari Ibnu Abbas, ia berkata,- "Pada masa Rasulullah terjadi gerhana matahari dan orang-orang bersama beliau, maka beliau kemudian shalat sambil berdiri lama seperti lamanya bacaan 'surah Al Baqarah, kemudian ruku dengan ruku yang lama, lalu mengangkat kepala dan berdiri yang lama, yaitu tidak seperti (lebih pendek) dari berdirinya yang pertama, lantas ruku dengan ruku yang lama yang tidak seperti rukunya yang pertama, lalu sujud, kemudian berdiri dengan berdiri yang lama, yaitu yang tidak seperti berdirinya yang pertama, lalu ruku dengan ruku yang panjang yang tidak seperti rukunya yang pertama, kemudian sujud, lalu menyudahinya saat matahari telah bersinar kembali,- dan beliau berkata, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah salah satu tanda kekuasaan Allah, tidaklah terjadi gerhana pada keduanya karena kematian seseorang atau karena hidupnya, apabila kamu menyaksikan hal tersebut maka berdzikirlah kepada Allah." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami melihat engkau mengulurkan tanganmu dari tempatmu ini ? -Ar-Rabbi’ menyebutkan, "Sesuatu."- Lalu kami melihat seakan-akan engkau terhalang. Yang lain menyebutkan, "Terhalang." Beliau menjawab, "Sesungguhnya aku melihat surga". Mereka berkata, "Aku kemudian mengambil satu tandan, apabila aku dapat mengambilnya maka kamu dapat memakannya selama kehidupan dunia masih ada." - Ar-Rabi' menyebutkan – "Aku melihat atau diperlihatkan kepadaku neraka." Yang lain berkata, "Dan aku melihat neraka." Mereka berkata, "Maka aku tidak pernah melihat pemandangan yang seperti hari ini serta aku melihat penduduknya yang paling banyak adalah kaum wanita." Ar-Rabi’ berkata: Mereka bertanya, "Kenapa?" Yang lainnya menyebutkan, "Sebab apa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Karena kekufuran mereka." Ditanyakan kepada beliau, "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Beliau menjawab, "Mereka kufur terhadap suami dan kufur terhadap kebaikan, jika kamu telah berbuat kebaikan terhadap salah seorang dari mereka sepanjang tahun lalu ia melihat dari dirimu sedikit kesalahan maka ia berkata, 'Aku tidak pernah melihat sedikit pun kebaikan pada dirimu'." Abu Musa berkata, "Rauh berkata, 'Kata Al Asyir artinya Az-Zauj (suami)'.?"
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1375