Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٣٨٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ، حَدَّثَنَا عَطَاءٌ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَلِكَ يَوْمَ مَاتَ فِيهِ ابْنُهُ إِبْرَاهِيمُ ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَصَلَّى بِالنَّاسِ سِتَّ رَكَعَاتٍ فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ، كَبَّرَ، ثُمَّ قَرَأَ فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الْأُولَى، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَرَأَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الثَّانِيَةِ، ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَرَأَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، ثُمَّ انْحَدَرَ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ أَنْ يَسْجُدَ لَيْسَ فِيهَا رَكْعَةٌ إِلَّا الَّتِي قَبْلَهَا أَطْوَلُ مِنَ الَّتِي بَعْدَهَا، إِلَّا أَنَّ رُكُوعَهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ، ثُمَّ تَأَخَّرَ فِي صَلَاتِهِ فَتَأَخَّرَتِ الصُّفُوفُ مَعَهُ، ثُمَّ تَقَدَّمَ فَتَقَدَّمَتِ الصُّفُوفُ مَعَهُ، فَقَضَى الصَّلَاةَ وَقَدْ أَضَاءَتِ الشَّمْسُ، ثُمَّ قَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ بَشَرٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكِ، فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1384: Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Yahya menceritakan kepadaku, Abdul Malik menceritakan kepada kami, Atha' menceritakan kepada kami dari Jabir bin Abdidlah, ia berkata, "Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, yaitu pada hari yang bertepatan dengan kematian Ibrahim anak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka beliau shalat mengimami orang-orang enam ruku dengan empat sujud. Beliau bertakbir lalu membaca surah dengan memanjangkan bacaannya, lalu ruku seperti lamanya terdiri, kemudian mengangkat kepalanya dan membaca surah yang tidak seperti bacaannya yang pertama, lalu ruku seperti panjangnya bacaan, kemudian mengangkat kepalanya dan membaca surah yang tidak seperti bacaan yang kedua, lalu ruku seperti panjang bacaan, kemudian mengangkat kepalanya, lalu turun kebawah dan kali dengan dua sujud, kemudian berdiri dan shalat dengan tiga kali ruku sebelum sujud yang tidak terdapat padanya satu rakaat kecuali yang sebelumnya lebih panjang dari yang sesudahnya namun lama rukunya sama dengan lama berdirinya. Setelah itu beliau mundur ke belakang di dalam shalatnya maka barisan yang bersamanya juga ikut mimdur ke telakang, lalu beliau maju ke depan dan begitu pula barisan yang bersamanya ikut maju ke depan. Shalat selesai dikenakan bertepatan dengan matahari bersinar kembali, lalu beliau berkata, 'Wahai manusia, sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah dan keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian manusia, apabila kamu melihat sesuatu hal tersebut maka shalatlah sampai terang kembali.'."
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1384