Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٣٩٣: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنِ كُرَيْبٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فِي قِصَّةِ كُسُوفِ الشَّمْسِ، وَقَالَ: فَلَمَّا تَجَلَّتْ قَامَ - يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يُخْسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَا لِحَيَاتِهِ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللَّهِ إِنْ مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرَ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ أَمَتُهُ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللَّهِ - أَوْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ -، لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا، أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ؟»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1393: Muhammad bin Al Ala' bin Kuraib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bisyir menceritakan kepada kami, Hisyam mengabarkan kepada kami dari ayahnya, dari Aisyah dengan menyebutkan hadits tentang kisah terjadinya gerhana matahari dan ia berkata, "Tatkala matahari telah terang kembali maka beliau -yaitu Nabi - berdiri kemudian berkhutbah di hadapan orang-orang, lantas beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya, lalu berkata 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kekuasaan Allah dan keduanya tidaklah mengalami gerhana karena karena kematian atau hidupnya seseorang. Wahai umat Muhammad, demi Allah, tida ada yang lebih cemburu daripada Allah ketika budak laki-laki dan perempuan miliknya berzina, wahai umat Muhammad -atau demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya- jika kamu mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis, ketahuilah bukankah aku telah menyampaikan?'."
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1393