Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١٣٧٩: حَدَّثَنَاهُ بُنْدَارٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا شَدِيدَ الْحَرِّ، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَصْحَابِهِ، فَأَطَالَ الْقِيَامَ حَتَّى جَعَلُوا يَخِرُّونَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ، ثُمَّ قَامَ فَصَنَعَ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ جَعَلَ يَتَقَدَّمُ ثُمَّ يَتَأَخَّرُ، فَكَانَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ، ثُمَّ قَالَ: " إِنَّهُ عُرِضَ عَلَيَّ كُلَّ شَيْءٍ تُوعَدُونَهُ، فَعُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ حَتَّى تَنَاوَلْتُ مِنْهَا قِطْفًا، وَلَوْ شِئْتُ لَأَخَذْتُهُ، ثُمَّ تَنَاوَلْتُ مِنْهَا قِطْفًا فَقَصَرَتْ يَدَيَّ عَنْهُ، ثُمَّ عُرِضَتْ عَلَيَّ النَّارُ فَجَعَلْتُ أَتَأَخَّرُ خِيفَةَ تَغْشَاكُمْ، وَرَأَيْتُ فِيهَا امْرَأَةً حِمْيَرِيَّةً سَوْدَاءَ طَوِيلَةً تُعَذَّبُ فِي هِرَّةٍ لَهَا رَبَطَتْهَا، فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ، وَرَأَيْتُ أَبَا ثُمَامَةَ عَمْرَو بْنَ مَالِكٍ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ، وَإِنَّهُمْ كَانُوا يَقُولُونَ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْخَسِفَانِ إِلَّا لِمَوْتِ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُرِيكُمُوهَا اللَّهُ فَإِذَا خَسَفَتْ فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ " لَمْ يَقُلْ لَنَا بُنْدَارٌ: «الْقَمَرَ» وَفِي خَبَرِ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَكَثِيرِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَعُرْوَةَ، وَعَمْرَةَ، عَنْ عَائِشَةَ: «أَنَّهُ رَكَعَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رُكُوعَيْنِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1379: Bundar menceritakannya kepada kami, Abdul A’la menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, ia berkata: Ketika terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah pada hari yang sangat panas, maka Rasulullah shalat mengimami para sahabat sambil berdiri lama yang membuat mereka hampir-hampir mereka terjatuh, lalu ruku dengan ruku yang lama, kemudian berdiri dan mengerjakan seperti apa yang dikerjakannya itu, lantas bergerak ke depan lalu ke belakang dan shalat tersebut menjadi empat rakaat dan empat sujud. Setelah itu berkata "Sesungguhnya telah diperlihatkan kepadaku segala sesuatu yang dijanjikan kepadamu, maka diperlihatkan kepadak surga dan diberikan kepadaku darinya satu tandan, jika aku menginginkannya niscaya aku mengambilnya, lalu diberikan kepadaku satu tandan maka aku menarik tangan aku darinya. Kemudian diperlihatkan kepadaku neraka maka aku menjauh karena takut akan menimpa kamu semua dan aku melihat di dalamnya seorang perempuan hitam tinggi dari Humairiyyah yang sedang disiksa karena seekor kucing peliharaannya yang diikat tanpa diberi makan serta tidak dilepaskan untuk memakan serangga. Aku juga melihat Abu Tsumamah Amr bin Malik yang menyeret kayunya di dalam neraka." dan sesungguhnya mereka semua mengatakan. 'Sesungguhnya matahari dan bulan tidaklah keduanya mengalami gerhana karena kematian yang agung, akan tetapi keduanya adalah tanda dari tanda-tanda dari kebesaran Allah yang diperlihatkan Allah kepadamu. Apabila terjadi gerhana maka shalatlah sampai terang kembali'." Bundar tidak menyebutkan kepada kami kata "Bulan." Di dalam hadits Atha' bin Yasar, dari Ibnu Abbas dan Katsir bin Abbas, dari bin Abbas dan Urwah serta Umarah, dari Aisyah bahwa beliau ruku pada setiap satu rakaat dengan dua ruku."
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1379