Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ٨٣٣: ثناه أَبُو مُوسَى حَدَّثَنِي عَبْدُ الْأَعْلَى، ثنا مَعْمَرٌ ح وَثنا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَنَّ مَالِكًا، حَدَّثَهُ ح وَحَدَّثَنَا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، عَنْ مَالِكٍ، فِي خَبَرِ مَعْمَرٍ: «وَمَرَّتِ الْأَتَانُ بَيْنَ يَدَيِ النَّاسِ، فَلَمْ يَقْطَعْ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةَ» وَفِي خَبَرِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مَالِكٍ: وَأَنَا عَلَى حِمَارٍ فَتَرَكْتُهُ بَيْنَ الصَّفِّ، وَدَخَلْتُ فِي الصَّلَاةِ، فَلَمْ يَعِبْ عَلَيَّ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَلَيْسَ فِي هَذَا الْخَبَرِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى الْأَتَانَ تَمُرُّ، وَلَا تَرْتَعُ بَيْنَ يَدَيِ الصُّفُوفِ، وَلَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُعْلِمَ بِذَلِكَ فَلَمْ يَأْمُرْ مَنْ مَرَّتِ الْأَتَانُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِعَادَةِ الصَّلَاةِ، وَالْخَبَرُ ثَابِتٌ صَحِيحٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ الْكَلْبَ الْأَسْوَدَ، وَالْمَرْأَةَ الْحَائِضَ، وَالْحِمَارَ، يَقْطَعُ الصَّلَاةَ وَمَا لَمْ يَثْبُتْ خَبَرٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضِدِّ ذَلِكَ لَمْ يَجُزِ الْقَوْلُ وَالْفُتْيَا بِخِلَافِ مَا ثَبَتَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 833: Abu Musa meriwayatkannya kepada kami, Abdul A’la menceritakan kepadaku, Ma’mar menceritakan kepada kami (Ha") Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab mengabarkan kepada kami bahwa Malik meriwayatkan kepadanya (Ha') Ya’qub Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami dari Malik di dalam hadits riwayat Ma’mar, (ia berkata), “Kedua keledai betina itu melintas di hadapan orang-orang dan tidak membatalkan shalat mereka.’’ Di dalam hadits riwayat Abdurrahman dari Malik, (ia berkata), “Sedangkan aku menunggang keledai lalu aku melepasnya di antara barisan shalat, kemudian aku ikut shalat dan beliau tidak mencelaku.” Abu Bakar berkata, “Di dalam hadits ini tidak terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa Nabi melihat keledai betina tersebut melintas atau merumput di antara barisan-barisan shalat dan Nabi juga tidak mengetahui perkara tersebut sehingga beliau tidak memerintahkan orang-orang yang dilintasi keledai untuk mengulang shalat. Maka hadits yang benar dan Nabi yaitu hadits yang menyebutkan bahwa anjing hitam dan perempuan yang haid serta keledai membatalkan shalat. Selama tidak ada hadits yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang menetapkan sebaliknya maka tidak diperbolehkan berpendapat atau berfatwa dengan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.”

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 833