Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ٨٤٠: وَفِي خَبَرِ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكَزَ عَنَزَةً فَجَعَلَ يُصَلِّي إِلَيْهَا يَمُرُّ مِنْ وَرَائِهَا الْكَلْبُ، وَالْمَرْأَةُ، وَالْحِمَارُ " ناه الدَّوْرَقِيُّ، نا ابْنُ مَهْدِيٍّ، ح وَثنا أَبُو مُوسَى، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، نا سُفْيَانُ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ وَفِي خَبَرِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ الْجُهَنِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَتَرُوا فِي صَلَاتِكُمْ وَلَوْ بِسَهْمٍ» وَفِي خَبَرِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُصَلِّ إِلَى سُتْرَةٍ، وَلْيَدْنُ مِنْهَا» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فَهَذِهِ الْأَخْبَارُ كُلُّهَا صِحَاحٌ، قَدْ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُصَلِّيَ أَنْ يَسْتَتِرَ فِي صَلَاتِهِ وَزَعَمَ عَبْدُ الْكَرِيمِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى إِلَى غَيْرِ سُتْرَةٍ، وَهُوَ فِي فَضَاءٍ؛ لِأَنَّ عَرَفَاتٍ لَمْ يَكُنْ بِهَا بِنَاءٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَتِرُ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ زَجَرَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُصَلِّيَ الْمُصَلِّي إِلَّا إِلَى سُتْرَةٍ. وَفِي خَبَرِ صَدَقَةَ بْنِ يَسَارٍ، سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُصَلُّوا إِلَّا إِلَى سُتْرَةٍ» وَقَدْ زَجَرَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُصَلِّيَ الْمُصَلِّي إِلَّا إِلَى سُتْرَةٍ، فَكَيْفَ يَفْعَلُ مَا يَزْجُرُ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ وَفِي خَبَرِ مُوسَى بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ أَبِيهِ، كَالدَّالِ عَلَى أَنَّ الْحِمَارَ إِذَا مَرَّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي وَلَا سُتْرَةَ بَيْنَ يَدَيْهِ ضَرَّهُ مُرُورُ الْحِمَارِ بَيْنَ يَدَيْهِ "

Shahih Ibnu Khuzaimah 840: Di dalam hadits riwayat Aun bin Abu Juhaifah, dari ayahnya disebutkan bahwa Nabi menancapkan tombak kecil kemudian beliau shalat menghadapnya, sementara anjing, perempuan, dan keledai melintas di belakang tongkat kecil tersebut. Abu Thahir mengabarkan kepada kami, Abu Bakar menceritakan kepada kami, Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, Ibnu Mahdi memberitahukannya kepada kami (Ha') Abu Musa menceritakan kepada kami, Abdurrahman menceritakan kepada kami, Suiyan menceritakan kepada kami dari Aun bin Abu Juhaifah. Di dalam hadits riwayat Ar-Rabi’ bin Saburah Al Juhani, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jadikanlah penghalang di dalam shalatmu meskipun hanya dengan sebatang anak panah." Sedangkan di dalam hadits riwayat Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu mengerjakan shalat maka hendaknya ia shalat menghadap penghalang (91-Alif) dan mendekatkan diri kepadanya.” Abu Bakar berkata: Hadits-hadits ini semuanya shahih, yaitu Rasulullah memerintahkan seseorang untuk menggunakan penghalang ketika shalat. Adapun pendapat Abdul karim dari riwayat Mujahid, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shalat tanpa menggunakan pembatas di tanah lapang, karena memang di Arafah yang tidak ada bangunan saat itu di zaman Rasulullah yang dapat digunakan sebagai pembatas dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri melarang keras seseorang shalat kecuali dengan menggunakan pembatas. Di dalam hadits riwayat Shadaqah bin Yasar, aku mendengar Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Janganlah kamu shalat kecuali menghadap pembatas ” Nabi melarang keras seseorang shalat kecuali jika menghadap pembatas. Oleh karena itu, bagaimana mungkin beliau mengerjakan apa yang telah beliau larang. Di dalam hadits riwayat Musa bin Thalhah, dari ayahnya adalah dalil bahwa apabila keledai melintas di hadapan orang yang sedang shalat yang tidak terdapat pembatas di hadapannya maka melintasnya keledai tersebut di hadapannya akan merusak shalatnya.

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 840