Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ٨٣٩: نا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ، حَدَّثَنِي أَبِي، ح وَثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَكَمِ، نا أَبِي، ح وَثنا سَعْدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، ثنا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ الْمُقْرِئُ، ثنا الْحَكَمُ بْنُ أَبَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «رُكِزَتِ الْعَنَزَةُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ، فَصَلَّى إِلَيْهَا، وَالْحِمَارُ مِنْ وَرَاءِ الْعَنَزَةِ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فَهَذَا الْخَبَرُ مُضَادُّ خَبَرِ عَبْدِ الْكَرِيمِ، عَنْ مُجَاهِدٍ؛ لِأَنَّ فِي هَذَا الْخَبَرِ أَنَّ الْحِمَارَ إِنَّمَا كَانَ وَرَاءَ الْعَنَزَةِ، وَقَدْ رَكَزَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَنَزَةَ بَيْنَ يَدَيْهِ بِعَرَفَةَ، فَصَلَّى إِلَيْهَا، وَفِي خَبَرِ عَبْدِ الْكَرِيمِ، عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ: وَهُوَ يُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ لَيْسَ شَيْءٌ يَسْتُرُهُ يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ، وَخَبَرُ عَبْدِ الْكَرِيمِ، وَخَبَرُ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ قَرِيبٌ مِنْ جِهَةِ النَّقْلِ؛ لِأَنَّ عَبْدَ الْكَرِيمِ قَدْ تَكَلَّمَ أَهْلُ الْمَعْرِفَةِ بِالْحَدِيثِ فِي الِاحْتِجَاجِ بِخَبَرِهِ، وَكَذَلِكَ خَبَرِ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ، غَيْرَ أَنَّ خَبَرَ الْحَكَمِ بْنِ أَبَانَ تُؤَيِّدُهُ أَخْبَارٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِحَاحٌ مِنْ جِهَةِ النَّقْلِ وَخَبَرُ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ مُجَاهِدٍ يَدْفَعُهُ أَخْبَارٌ صِحَاحٌ مِنْ جِهَةِ النَّقْلِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهَذَا الْفِعْلُ الَّذِي ذَكَرَهُ عَبْدُ الْكَرِيمِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَدْ ثَبَتَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَدْ زَجَرَ عَنْ مِثْلِ هَذَا الْفِعْلِ فِي خَبَرِ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيُصَلِّ إِلَى سُتْرَةٍ، وَلْيَدْنُ مِنْهَا، لَا يَقْطَعُ الشَّيْطَانُ عَلَيْهِ صَلَاتَهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 839: Muhammad bin Rafi’ menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al Hakam bin Aban menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepadaku (Ha') Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Al Hakam menceritakan kepadaku, Ayahku menceritakan kepada kami (Ha') Sa’ad bin Abdullah bin Abdul Hakam menceritakan kepada kami, Hafash bin Umar Al Muqri' menceritakan kepada kami, Al Hakam bin Aban menceritakan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Tongkat kecil ditancapkan di hadapan Rasulullah di Arafah, kemudian beliau shalat menghadapnya sementara keledai berada di belakang tongkat kecil tersebut.” Abu Bakar berkata: Hadits ini bersebrangan dengan hadits riwayat Abdul Karim dari Mujahid, sebab di dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa keledai berada di belakang tongkat kecil sedangkan Nabi menancapkan tongkat kecil di hadapannya dan shalat menghadapnya di Arafah. Sementara di dalam hadits riwayat Abdul Karim dari Mujahid, Ibnu Abbas, ia berkata, “Beliau shalat fardhu dan tidak terdapat pembatas yang membatasi antara kami dan beliau.” Hadits riwayat Abdul Karim dan hadits riwayat Al Hakam bin Aban terdapat kesamaan dari segi penukilannya, sebab Abdul Karim telah memerintahkan ahlul hadits agar menggunakan hadits yang diriwayatkannya sebagai hujjah, begitu pula dengan hadits riwayat Al Hakam bin Aban, akan tetapi hadits riwayat Al Hakam bin Aban diperkuat dengan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dibenarkan dari segi penukilannya, sedangkan hadits riwayat Abdul Karim dari Mujahid memperkuat hadits-hadits yang dibenarkan dari segi penukilannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun perbuatan yang demikian ini, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Abdul Karim dan Mujahid, dari Ibnu Abbas diperkuat dengan sabda Nabi bahwa beliau melarang keras hal tersebut di dalam hadits Sahal bin Abu Hatsmah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu shalat maka ia hendaknya shalat menghadap penghalang dan mendekatkan diri kepadanya niscaya syetan tidak akan merusak shalatnya”

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 839