Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٦١٥: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ النَّاجِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: كَانَ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ إِنْسَانًا، ثُمَّ خَرَجَ يَسْأَلُ، فَأَتَى رَاهِبًا فَسَأَلَهُ: هَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ قَالَ: لاَ، فَقَتَلَهُ، وَجَعَلَ يَسْأَلُ، فقَالَ لَهُ رَجُلٌ: ائْتِ قَرْيَةَ كَذَا وَكَذَا، فَأَدْرَكَهُ الْمَوْتُ فَمَاتَ، فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَى هَذِهِ: تَقَرَّبِي وَإِلَى هَذِهِ تَبَاعَدِي، فَوُجِدَ أَقْرَبَ إِلَى هَذِهِ بِشِبْرٍ فَغُفِرَ لَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 615: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Basyar mengabarkan kepada kami, Ibnu Abu Adi mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Abu Ash-Shiddiq An-Naji. Dan Abu Sa'id Al Khudri, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Ada seorang lelaki dari bani Israil yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, kemudian ia keluar untuk bertanya, maka ia datang kepada seorang pendeta dan bertanya kepadanya, “Apakah ada kesempatan baginya untuk bertobat?” Sang pendeta menjawab, ‘Tidak ada, ' Seketika pendeta tersebut dibunuh hingga jumlah orang yang dibunuhnya genap seratus. Maka seorang laki-laki berkata kepadanya, “Pergilah kamu ke desa ini dan itu.” Kemudian kematian menjemputnya. Maka malaikat rahmat dengan malaikat azab bertengkar mengenai orang itu. Maka Allah SWT menurunkan wahyu atas hal ini, Mendekatlah kepadaku (jika lebih dekat), dan yang ini menjauhlah (jika lebih jauh), dan ternyata jarak orang ini dengan tempat yang akan di tuju lebih dekat satu jengkal, maka ia pun diampuni”409 3: 6
Shahih Ibnu Hibban Nomer 615