Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani
صحيح ابن حبان ٦٢٦: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ عُتْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ سَلْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو ذَرٍّ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ لِعَبْدِهِ مَا لَمْ يَقَعِ الْحِجَابُ قِيلَ: وَمَا يَقَعُ الْحِجَابُ؟ قَالَ: أَنْ تَمُوتَ النَّفْسُ وَهِيَ مُشْرِكَةٌ.
Shahih Ibnu Hibban 626: Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Utbah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Tsauban telah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Makhul, dari Usamah bin Salman, ia berkata, Abu Dzar menceritakan kepada kami, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mengampuni -dosa -hamba-Nya selagi tidak masuk dalam Al Hijab”. Maka dikatakan, apa yang dimaksud dengan masuk dalam hijab Beliau menjawab, “Jiwa yang mati dalam keadaan musyrik menyekutukan Allah.”410 1:2
Shahih Ibnu Hibban Nomer 626