Hadits Shahih Ibnu Hibban

Hadits Shahih Ibnu Hibban

Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban atau Hatim at-Tamimi al-Busti as-Sijistani

Biografi Ibnu Hibban


صحيح ابن حبان ٦٢٧: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ نُعَيْمٍ، حَدَّثَهُمْ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ سَلْمَانَ، أَنَّ أَبَا ذَرٍّ، حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ لِعَبْدِهِ مَا لَمْ يَقَعِ الْحِجَابُ قَالُوا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا وُقُوعُ الْحِجَابِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَنْ تَمُوتَ النَّفْسُ وَهِيَ مُشْرِكَةٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 627: Umar bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Amr bin Utsman menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Ibnu Tsauban menceritakan kepada kami, dari Makhul dari Umar bin Nuaim, ia menceritakan kepada mereka dari Samah bin Salman, bahwa Abu Dzar menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengampuni hamba-Nya selagi tidak masuk dalam hijab” Maka para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apa yang dimaksud dengan masuk dalam Al Hijab. Beliau menjawab, “Jiwa yang mati dalam keadaan musyrik (menyekutukan Allah).420 1:2

Shahih Ibnu Hibban Nomer 627