Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ١٠٩٢: نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ الْمَرْوَزِيُّ، أَخْبَرَنَا النَّضْرُ يَعْنِي ابْنَ شُمَيْلٍ، أَخْبَرَنَا عَبَّادُ بْنُ مَنْصُورٍ، نا عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ الْمَخْزُومِيُّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ انْطَلَقْتُ إِلَى خَالَتِي، فَذَكَرَ بَعْضَ الْحَدِيثِ، وَقَالَ: ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَسْجِدِ، فَقَامَ يُصَلِّي فِيهِ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَلَبِثَ يَسِيرًا حَتَّى إِذَا عَلِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي أُرِيدُ أَنْ أُصَلِّيَ بِصَلَاتِهِ فَأَخَذَ بِنَاصِيَتِي فَجَرَّنِي حَتَّى جَعَلَنِي عَلَى يَمِينِهِ، فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اللَّيْلِ مَثْنَى، رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ، فَلَمَّا طَلَعَ الْفَجْرُ الْأَوَّلُ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى تِسْعَ رَكَعَاتٍ، يُسَلِّمُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ، وَأَوْتَرَ بِوَاحِدَةٍ وَهِيَ التَّاسِعَةُ، ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسَكَ حَتَّى أَضَاءَ الْفَجْرُ جِدًّا، ثُمَّ قَامَ، فَرَكَعَ رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ، ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَعَ جَنْبَهُ فَنَامَ، ثُمَّ جَاءَ بِلَالٌ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قَدْ خَرَّجْتُ أَلْفَاظَ خَبَرِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي كِتَابِ «الْكَبِيرُ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: فَفِي خَبَرِ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ مَا دَلَّ عَلَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا أَوْتَرَ بَعْدَ طُلُوعِ الْفَجْرِ الْأَوَّلِ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ الثَّانِي، وَالْفَجْرُ هُمَا فَجْرَانِ، فَالْأَوَّلُ طُلُوعُهُ بِلَيْلٍ، وَالْآخَرُ هُوَ الَّذِي يَكُونُ بَعْدَ طُلُوعِهِ نَهَارٌ، وَقَدْ أَمْلَيْتُ فِي الْمَسْأَلَةِ الَّتِي كُنْتُ أَمْلَيْتُهَا عَلَى بَعْضِ مَنِ اعْتَرَضَ عَلَى أَصْحَابِنَا أَنَّ الْوِتْرَ بِرَكْعَةٍ غَيْرُ جَائِزٍ، الْأَخْبَارُ الَّتِي رُوِيَتْ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْوِتْرِ بِثَلَاثٍ، وَبَيَّنْتُ عِلَلَهَا فِي ذَلِكَ الْمَوْضِعِ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَلَسْتُ أَحْفَظُ خَبَرًا ثَابِتًا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْقُنُوتِ فِي الْوِتْرِ، وَقَدْ كُنْتُ بَيَّنْتُ فِي تِلْكَ الْمَسْأَلَةِ عِلَّةَ خَبَرِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذِكْرِ الْقُنُوتِ فِي الْوِتْرِ، وَبَيَّنْتُ أَسَانِيدَهَا وَأَعْلَمْتُ فِي ذَلِكَ الْمَوْضِعِ أَنَّ ذِكْرَ الْقُنُوتِ فِي خَبَرِ أُبَيٍّ غَيْرُ صَحِيحٍ عَلَى أَنَّ الْخَبَرَ عَنْ أُبَيٍّ أَيْضًا غَيْرُ ثَابِتٍ فِي الْوِتْرِ بِثَلَاثٍ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ أَبِي الْحَوْرَاءِ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَهُ دُعَاءً يَقُولُهُ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1092: Ahmad bin Manshur Al Mirwazi menceritakan kepada kami, An-Nadhr -yaitu Ibnu Syamil- mengabarkan kepada kami, Abbad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Ikrimah bin Khalid Al Makhzumi menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Aku pernah pergi ke rumah bibiku...” Selanjutnya ia menyebutkan sebagian redaksi haditsnya dan berkata, “Kemudian Rasulullah pergi ke masjid dan beliau berdiri untuk mengerjakan shalat di dalamnya. Aku lalu berdiri di sisi kirinya dan berdiam diri sejenak sampai Rasulullah mengetahui bahwa aku ingin shalat mengikuti shalatnya, maka beliau pun memegang ubun- ubunku dan menarikku hingga dapat menempatkan aku berdiri di sisi kanannya, lalu beliau shalat sebagaimana mestinya beliau shalat malam dua dua, yaitu dua rakaat dua rakaat. Ketika terbit fajar yang pertama Rasulullah berdiri dan beliau shalat sembilan rakaat dengan mengucap salam pada tiap-tiap dua rakaat lantas shalat witir satu rakaat, yaitu rakaat yang kesembilan. Setelah itu Rasulullah berhenti sambil menunggu sampai benar-benar terbit fajar, lalu berdiri dan shalat dua rakaat sunah fajar. Setelah itu Rasulullah merebahkan sisi badannya dan tidur, lalu Bilal datang. Ia kemudian ji menyebutkan redaksi haditsnya secara lengkap. Abu Bakar berkata, “Aku telah meriwayatkan lafazh hadits Ibnu Abbas di dalam kitab Al Kabir." Abu Bakar berkata, “Di dalam hadits Sa’id bin Jubair terdapat penjelasan bahwa Nabi mengerjakan shalat witir setelah terbit fajar yang pertama dan sebelum terbit fajar yang kedua. Fajar terbagi dua, yaitu: Yang pertama terbitnya di malam hari dan yang kedua terbitnya menjadi tanda akan datangnya siang. Aku telah menulis permasalahan yang aku sengaja uraikan di dalamnya tentang sebagian orang yang menentang sahabat-sahabat kami bahwa shalat witir dengan satu rakaat tidak diperbolehkan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan dari Nabi tentang shalat witir tiga rakaat dan aku telah mengemukakan alasan-alasannya dalam pembahasan tersebut.” Abu Bakar berkata, “Aku tidak pernah menghafal hadits yang telah ditetapkan kebenarannya dari Nabi tentang membaca qunut di dalam shalat witir dan aku telah menjelaskan di dalam permasalahan tersebut kesalahan hadits Ubai bin Ka’ab dari Nabi yang menyebutkan tentang qunut di dalam shalat witir. Aku juga telah menerangkan sanad-sanadnya dan menjelaskan di dalam pembahasan tersebut bahwa penyebutan tentang qunut di dalam hadits Ubai bin Ka’ab tidak benar yang menandakan bahwa hadits dan Ubai tentang witir tiga rakaat juga tidak dibenarkan. Diriwayatkan dari Yazid bin Abu Maryam, dan Abu Haura', dari Al Hasan bin Ali bahwa Nabi telah mengajarkan kepadanya doa yang dibaca ketika membaca qunut shalat witir.

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1092