Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ١٠٩٨: نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُرَادِيُّ، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدٍ الْقَارِيَّ، وَكَانَ فِي عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمَ عَلَى بَيْتِ الْمَالِ، أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ فَخَرَجَ مَعَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ الْقَارِئِ، فَطَافَ بِالْمَسْجِدِ وَأَهْلُ الْمَسْجِدِ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ، يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ، وَيُصَلِّي الرَّجُلُ، فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ، فَقَالَ عُمَرُ: وَاللَّهِ إِنِّي أَظُنُّ لَوْ جَمَعْنَا هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ، ثُمَّ عَزَمَ عُمَرُ عَلَى ذَلِكَ، وَأَمَرَ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ أَنْ يَقُومَ لَهُمْ فِي رَمَضَانَ، فَخَرَجَ عُمَرُ عَلَيْهِمْ، وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلَاةِ قَارِئِهِمْ، فَقَالَ عُمَرُ: نِعْمَ الْبِدْعَةُ هِيَ، وَالَّتِي تَنَامُونَ عَنْهَا أَفْضَلُ مِنَ الَّتِي تَقُومُونَ، - يُرِيدُ آخِرَ اللَّيْلِ - فَكَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ أَوَّلَهُ، وَكَانُوا يَلْعَنُونَ الْكَفَرَةَ فِي النِّصْفِ: اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَلَا يُؤْمِنُونَ بِوَعْدِكَ، وَخَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَأَلْقِ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ، وَأَلْقِ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ، إِلَهَ الْحَقِّ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيَدْعُو لِلْمُسْلِمِينَ بِمَا اسْتَطَاعَ مِنْ خَيْرٍ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِينَ قَالَ: وَكَانَ يَقُولُ إِذَا فَرَغَ مِنْ لَعْنَةِ الْكَفَرَةِ، وَصَلَاتِهِ عَلَى النَّبِيِّ، وَاسْتِغْفَارِهِ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَمَسْأَلَتِهِ: اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، وَنَرْجُو رَحْمَتَكَ رَبَّنَا، وَنَخَافُ عَذَابَكَ الْجِدَّ، إِنَّ عَذَابَكَ لِمَنْ عَادَيْتَ مُلْحِقٌ، ثُمَّ يُكَبِّرُ وَيَهْوِي سَاجِدًا

Shahih Ibnu Khuzaimah 1098: Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al Muradi menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahab menceritakan kepada kami, Yunus mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, Urwah bin Zubair mengabarkan kepadaku bahwa Abdurrahman bin Abdul Qari di masa Umar bin Al Khaththab ia bersama Abdullah bin Arqam bertanggung jawab atas Baitul Mal— menceritakan bahwa Umar bersama Abdurrahman bin Abdul Qari pernah keluar dan berkeliling di masjid sementara orang-orang di masjid terbagi-bagi dan terpisah- pisah, ada orang yang shalat sendirian dan ada pula orang yang shalat diikuti oleh beberapa orang. Maka Umar berkata, “Demi Allah, aku merasa apabila kami mengumpulkan mereka atas satu imam maka hal itu lebih baik.” Lalu Umar berkeinginan keras akan hal tersebut dan memerintahkan Ubai bin Ka’ab untuk menjadi imam mereka di bulan Ramadhan. Setelah itu Umar keluar mendatangi mereka dan orang-orang sedang shalat diimami oleh imam mereka, maka Umar berkata, “Inilah sebaik-baik bid’ah.” Sedangkan kaum perempuan yang tidak shalat berjamaah itu lebih utama dari mereka yang shalat berjamaah —yang dimaksud adalah akhir malam— maka orang-orang mengerjakan shalat malam di permulaan malam dan mereka mendoakan kehancuran bagi orang-orang kafir pada pertengahan bulan, “Ya Allah, hancurkanlah orang-orang kafir yang senantiasa menghalang-halangi jalan-Mu, mendustai Rasul-Mu, tidak beriman dengan janji-Mu dan porak-porandakanlah kesatuan mereka, tanamkanlah rasa gentar di dalam hati mereka serta timpakanlah kepada mereka murka-Mu dan siksaan-Mu, Tuhan Yang Hak Maha Benar.” Setelah itu mereka membaca shalawat atas Nabi dan mendoakan kebaikan bagi kaum muslimin sesuai kemampuan mereka lalu memohon ampunan bagi kaum mukminin. Perawi berkata, “Apabila telah selesai mendoakan kehancuran bagi orang-orang kafir dan setelah membaca shalawat atas Nabi serta memohon ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat maka ia berdoa dengan memohonkan permintaan, ‘Ya Allah, kepada-Mu kami beribadah dan hanya bagi-Mu kami shalat dan bersujud dan hanya kepada-Mu kami berusaha dan berserah, kami memohon rahmat-Mu wahai Tuhan kami dan kami takut akan siksa-Mu yang pasti datang, sesungguhnya siksa-Mu atas orang-orang yang memusuhi-Mu ditimpakan,’ lalu ia bertakbir dan menundukkan diri untuk sujud.”

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1098