Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury
صحيح ابن خزيمة ١١٠٤: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ، نا عَمِّي، حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ، وَهُوَ ابْنُ صَالِحٍ، عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ: «إِنَّ هَذَا السَّفَرَ جَهْدٌ وَثِقَلٌ، فَإِذَا أَوْتَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ، وَإِلَّا كَانَتَا لَهُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1104: Ahmad bin Abdurrahman Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, pamanku menceritakan kepada kami, Mu’awiyah -yaitu Ibnu Shalih- menceritakan kepadaku dari Syuraih bin Ubaid, dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya, dari Tsauban maula Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, ia berkata, “Kami pernah pergi bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, maka beliau berkata, ‘Sesungguhnya perjalanan ini adalah sangat berat dan melelahkan, maka apabila salah seorang di antara kamu mengerjakan shalat witir maka ia hendaknya shalat dua rakaat apabila ia terbangun dan jika tidak maka ia memperoleh kedua pahala shalat tersebut.”
Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1104