Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Hadits Shahih Ibnu Khuzaimah

Muhammad bin Ishaq Abu Bakar bin Khuzaimah an Naisabury

Biografi Ibnu KHuzaimah


صحيح ابن خزيمة ١٠٩٥: وَقَدْ رَوَى الزُّهْرِيُّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَقْنُتُ إِلَّا أَنْ يَدْعُوَ لِقَوْمٍ عَلَى قَوْمٍ، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ عَلَى قَوْمٍ أَوْ يَدْعُوَ لِقَوْمٍ، قَنَتَ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ ثناه عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَا: ثنا أَبُو دَاوُدَ، نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ: وَقَدْ رَوَى الْعَلَاءُ بْنُ صَالِحٍ - شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ - صَلَاتَهُ عَنْ زُبَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، أَنَّهُ سَأَلَهُ عَنِ الْقُنُوتِ فِي الْوِتْرِ، فَقَالَ: حَدَّثَنَا الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ قَالَ: سُنَّةٌ مَاضِيَةٌ. ثناه مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ بْنُ كُرَيْبٍ، نا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، نا الْعَلَاءُ بْنُ صَالِحٍ. وَهَذَا الشَّيْخُ الْعَلَاءُ بْنُ صَالِحٍ وَهِمَ فِي هَذِهِ اللَّفْظَةِ فِي قَوْلِهِ: فِي الْوِتْرِ، وَإِنَّمَا هُوَ فِي الْفَجْرِ لَا فِي الْوِتْرِ، فَلَعَلَّهُ انْمَحَى مِنْ كِتَابِهِ مَا بَيْنَ الْفَاءِ وَالْجِيمِ فَصَارَتِ الْفَاءُ شِبْهَ الْوَاوِ، وَالْجِيمُ رُبَّمَا كَانَتْ صَغِيرَةً تُشْبِهُ التَّاءَ فَلَعَلَّهُ لَمَّا رَأَى أَهْلَ بَلَدِهِ يَقْنُتُونَ فِي الْوِتْرِ، وَعُلَمَاؤُهُمْ لَا يَقْنُتُونَ فِي الْفَجْرِ، تَوَهَّمَ أَنَّ خَبَرَ الْبَرَاءِ إِنَّمَا هُوَ مِنَ الْقُنُوتِ فِي الْوِتْرِ. نا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، نا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زُبَيْدٍ الْيَامِيِّ قَالَ: سَأَلْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي لَيْلَى عَنِ الْقُنُوتِ فِي الْفَجْرِ، فَقَالَ: سُنَّةٌ مَاضِيَةٌ. فَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ أَحْفَظُ مِنْ مِائَتَيْنِ مِثْلِ الْعَلَاءِ بْنِ صَالِحٍ، فَخُبِّرَ أَنَّ سُؤَالَ زُبَيْدِ بْنِ أَبِي لَيْلَى إِنَّمَا كَانَ عَنِ الْقُنُوتِ فِي الْفَجْرِ لَا فِي الْوِتْرِ، فَأَعْلَمَهُ أَنَّهُ سُنَّةٌ مَاضِيَةٌ، وَلَمْ يَذْكُرْ أَيْضًا الْبَرَاءَ. وَقَدْ رَوَى الثَّوْرِيُّ وَشُعْبَةُ - وهُمَا إِمَامَا أَهْلِ زَمَانِهِمَا فِي الْحَدِيثِ، - عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنِ الْبَرَاءِ: أَنَّ النَّبِيَّ قَنَتَ فِي الْفَجْرِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1095: Az-Zuhri meriwayatkan dari Sa’id bin Al Musayyib dan Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah bahwa Nabi tidak pernah membaca doa qunut kecuali untuk mendoakan satu kaum atas satu kaum lainnya. Apabila beliau ingin mendoakan kehancuran atas satu kaum atau mendoakan kebaikan bagi satu kaum maka beliau membaca doa qunut tatkala beliau mengangkat kepalanya pada rakaat yang kedua di saat shalat Subuh. Amr bin Ali dan Muhammad bin Yahya meriwayatkannya kepada kami, keduanya berkata: Abu Daud menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Sa’ad menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri. Al Ala' bin Shalih —Syaikh dari penduduk Kufah— meriwayatkan shalatnya dari Zubaid, dari Abdurrahman bin Abu Laila bahwa ia pernah ditanya tentang qunut ketika shalat witir, maka ia menjawab, “Al Bara' bin Azib menceritakan kepada kami, ia berkata, ‘Sunah yang telah berlalu'.” Muhammad bin Al Ala' bin Kuraib meriwayatkannya kepada kami, Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami, Al Ala' bin Shalih menceritakan kepada kami. Syaikh Al Ala' bin Shalih ini terdapat keraguan di dalam dirinya pada lafazh yang terdapat dalam perkataannya “Al Witru” yang benar adalah “Al Fajru” dan bukan “Al Witru”. Kemungkinannya terhapus dari kitabnya antara huruf fa dan jim maka huruf fa menjadi seperti huruf waw, dan jim mungkin ditulis kecil sehingga mirip dengan huruf ta, atau mungkin juga tatkala ia melihat penduduk negrinya membaca qunut ketika shalat witir sedangkan para ulama mereka tidak membaca qunut ketika shalat Subuh maka ia menyangka bahwa hadits Al Barra' adalah hadits yang menjelaskan tentang perkara qunut ketika shalat witir. Sallam bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dan Sufyan, dan Zubaid Al Yami, ia berkata, “Aku bertanya kepada Abdurrahman bin Abu iaila tentang qunut ketika shalat Subuh, maka ia menjawab, ‘Sunah yang telah berlalu’.” Sufyan Ats-Tsauri lebih menghafal dari dua ratus hadits sebagaimana Al Ala' bin Shalih, maka ia memberitahukan bahwa pertanyaan Zaid bin Abu Laila adalah tentang qunut ketika shalat Subuh bukan ketika shalat witir, kemudian ia menjawab bahwa itu adalah sunah yang telah berlalu dan juga tidak menyebutkan Al Bara'. Ats-Tsauri dan Syu’bah telah meriwayatkan —keduanya adalah imam pada masa mereka berdua dalam ilmu hadits— dari Amr bin Murrah, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Al Bara' bahwa Nabi membaca qunut ketika shalat Subuh.

Shahih Ibnu Khuzaimah Nomer 1095